Agama Islam adalah Agama untuk Semua Umat Manusia

Agama Islam adalah salah satu agama dengan pertumbuhan jumlah penganut yang paling besar di dunia. Pertumbuhan agama Islam ini didasari oleh banyak hal. Beberapa faktor yang mempengaruhinya adalah tentang muslim (penganut agama Islam) yang mempunyai anak di rentang usia produktif yaitu sekitar 20 – 30 tahun. Setiap pasangan muslim bisa mempunyai anak lebih dari dua anak.

Faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan agama Islam adalah banyaknya penganut agama lain yang kemudian berpindah menjadi agama Islam. Perpindahan agama menjadi Islam bisa didasari oleh banyak hal seperti kesadaran atas diri sendiri, pernikahan, lingkungan, dll. Terbukanya akses informasi yang lebih baik juga bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan agama Islam.

Salah satu negara dengan populasi muslim terbesar di dunia adalah Indonesia. Jumlah populasi muslim di Indonesia jauh lebih besar dibandingkan jumlah populasi muslim di negara-negara Timur Tengah yang menjadi basis penyebaran Islam pada masa awal agama Islam. Lantas, seperti apa agama Islam sebenarnya?

Islam adalah Agama yang Diturunkan pada Nabi Terakhir

islam adalah

Agama Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah SWT melalui Malaikat Jibril kepada nabi terakhir yaitu Nabi Muhammad SAW. Ayat pertama yang diturunkan pada Nabi Muhammad SAW sebagai penanda turunnya agama Islam merupakan QS. Al ‘Alaq ayat 1 – 5. Ayat tersebut diturunkan ketika Nabi Muhammad SAW sedang melakukan meditasi di Gua Hira pada bulan Ramadhan. Sementara itu, ayat terakhir yang diturunkan adalah QS. Al Maidah ayat 3 yang diturunkan sehabis Nabi Muhammad SAW melakukan haji terakhir atau haji Wada’.

Secara bahasa atau etimologi, arti agama Islam yaitu berserah diri. Islam juga bisa diartikan sebagai keadaan tunduk atau patuh. Sedangkan, arti agama Islam secara termologi dapat dibedakan menjadi dua pengertian.

Pengertian agama Islam secara terminologi yang pertama adalah Islam yang mencakup seluruh aktivitas keagamaan dan dasar-dasar agama. Islam dapat diartikan sebagai keyakinan seseorang baik dalam hati dan lisan tentang kebenaran agama Islam serta mampu berserah diri kepada takdir dan aturan yang ditetapkan oleh Allah SWT pada setiap kehidupan yang telah ditetapkan. Pengertian yang pertaman ini melingkup semua hal dalam Islam baik dalam hal pokok (Ushul) maupun pada hal cabang (furu’). Hal tersebut mencakup akidah yang ada dalam Agama Islam, tata cara ibdang, keyakinan dan kepercayaan serta perbuatan yang diatur dalam agama Islam.

Pengertian agama Islam yang kedua menurut terminologi adalah agama Islam yang berkaitan dengan kata iman. Hal ini beraarti bahwa semua perkataan dan perbuatan yang dilakukan oleh orang mukmin (orang yang beriman) harus didasari dengan keyakinan tentang agama Islam dalam hati. 

Agama Islam adalah agama yang diperuntukkan oleh seluruh umat manusia yang ada di dunia. Agama ini tidak terbatas diperuntukkan bagi salah satu umat saja. Selain itu, agama Islam juga merupakan agama yang memandang bahwa kedudukan antar sesama manusia itu sama. Sehingga tidak ada perbedaan antara orang yang kaya maupun miskin, orang berkulit putih dan berkulit hitam, dll.

Agama Islam memiliki tempat suci yang dikunjungi oleh seluruh umat muslim yang ada di dunia. Tempat itu adalah Kakbah yang ada di Kota Mekkah, Saudi Arabia. Kakbah merupakan kiblat bagi umat muslim dimana mereka harus menghadap kiblat saat melalukan ibadah sholat. Kakbah juga menjadi  tempat untuk melakukan thawaf yang merupakan salah satu rangkaian dalam ibadah haji.

Dalam Islam, ada tiga masjid suci yang memiliki keutamaan dibandingkan dengan masjid lainnya. Ketiga masjid tersebut adalah Masjid Al Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Al Aqsha. Masjid Al Haram terletak di Mekkah dimana Kakbah berada. Sementara Masjid Nabawi terletak di kota Madinah, Saudi Arabia. Sedangkan Masjid Al Aqsha ada di kota Yerussalem, Palestina. Ketiga masjid tersebut memiliki keutamaan yang lebih dibandingkan dengan masjid lain.

Kesempurnaan Agama Islam

islam adalah

Agama Islam merupakan agama yang terakhir diturunkan untuk menjadi petunjuk bagi umat manusia. Sehingga, agama Islam merupakan agama penyempurna bagi agama sebelumnya yang diturunkan. Salah satu bentuk kesempurnaan agama Islam yang diturunkan pada umat manusia adalah larangan untuk melakukan perbuatan syirik dan hanya boleh mentauhidkan Allah. Selain itu, agama Islam juga melarang umat muskim untuk bersikap bohong. Kejujuran merupakan salah satu hal terpenting dalam agama Islam.

Selain itu, agama Islam juga memerintahkan kepada umat muslim untuk berbuat adil terhadap sesama dan melarang untuk berbuat dzalim. Hal ini juga sangat ditekankan terhadap pemimpin dimana seorang pemimpin mempunyai tanggung jawab dan konsekuensi yang besar jika dia tidak mampu berbuat adil dalam masa kepemimpinannya. Islam juga menyuruh umat muslim untuk berbakti kepada orang tua meskipun orang tua berbeda agama. Islam juga merupakan agama yang sangat menjunjung tinggi kedudukan wanita sehingga wanita dalam Islam akan terlindungi hak, keselamatan, dan kehormatannya. Nah sekarang kalian sudah tahu mengenai tentang pentingnya agama islam di dunia ini, untuk informasi lainnya yang tidak kala menariknya, bisa langsung anda cek di https://wasabicary.net, pembahasan-pembahasan seputar informasi terkini dan up to date sudah kami rangkum dan mampu memberikan semua ulasan tentang pemahaman anda tentang islam.

Mengenal Beberapa Nama Game Islam untuk Memperdalam Ilmu Agama Pada Anak

Anak-anak di zaman serba digital ini memang akan lebih tertarik kepada gadget daripada permainan tradisional yang melibatkan gerakan tubuh. Selain memegang ponsel setiap hari, anak-anak juga tidak bisa lepas dari internet agar bisa bermain game. Namun orang tua tidak perlu khawatir anak akan menjadi kekurangan pelajaran. Pasalnya, ada game-game yang dibuat khusus untuk meningkatkan pendidikan anak, salah satunya adalah game Islam. Ingin tahu apa saja gamenya? Yuk, ikuti ulasannya berikut ini.

Rekomendasi Game-Game Islam Terbaik untuk Anak

game Islam

Bermain game di gadget dengan bantuan internet memang sudah menjadi hal yang lumrah di zaman sekarang ini. Anak-anak tidak lagi berkumpul dengan teman dan bermain seperti congklang, kelereng, dan sebagainya, namun lebih sering main bersama alias mabar dengan teman-teman online mereka.

Sebenarnya, bermain game tidak melulu berisi hal negatif. Orang tua pun harus pintar-pintar mengatur dan mengawasi anak. Salah satunya adalah dengan memberikan anak permainan yang mendidik dan tidak hanya sekedar pandai membunuh lawan. Inilah yang disebut sebagai menyelaraskan kemajuan teknologi dengan pendidikan anak. Nah, cara paling mudah yang bisa Anda lakukan adalah dengan membiarkan anak bermain game Islami. Rekomendasi game bisa anda lihat di https://www.stoprefabuse.com, banyak sekali pilihan game untuk anda yang dapat menghibur dan memberikan berbagai keuntungan secara nyata.

Apakah yang disebut dengan game Islami ini? Rupanya, game ini adalah game yang bisa diunduh di smartphone anak selayaknya game android lainnya, namun dengan mengedepankan konsep permainan yang berbau Islam. Jadi selain menghibur diri, anak juga akan menambah wawasan keagamaan Islam melalui game ini.

Beberapa game yang bisa Anda jadikan pilihan dan coba untuk diberikan kepada anak untuk dimainkan adalah sebagai berikut, yaitu :

  • Marbel Muslim Kids

Game ini berisi tentang aktivitas edukatif yang bisa anak mainkan sebagai seorang muslim di dunia virtual. Tidak hanya belajar tentang apa itu agama Islam, namun anak Anda juga bisa belajar tentang cara berwudhu yang benar, cara shalat yang benar, hingga cara membaca Iqro’ yang benar. Bagi anak yang belum bisa membaca dengan lancar, tenang saja ya Bunda. Pasalnya, ada banyak audio yang anak bisa dengarkan di game ini untuk membantu mereka.

Selain itu semua, ada banyak pendidikan yang juga bisa didapatkan di game ini. Mulai dari mengenal huruf hijaiyah hingga 25 nama Nabi, anak-anak yang berusia 2 hingga 8 tahun sangat disarankan untuk bermain game ini. Tidak hanya itu saja, game ini juga dilengkapi dengan narasi, musik, dan animasi yang menarik minat anak-anak.

  • Moslem Kids Puzzle

Selanjutnya, ada Moslem Kidz Puzzle yang mana merupakan game Islam yang berisi dengan gambar-gambar puzzle. Ada lebih dari 20 gambar bertema Islami yang bisa anak-anak mainkan disini. Selain memilih gambar, Anda juga bisa memilih tingkat permainan dan tingkat kesulitan yang disesuaikan dengan kemampuan serta umur si kecil.

Bagi Anda yang ingin melihat sekilas seperti apa permainan game ini, Anda bisa mengunduhnya di playstore. Aplikasi ini gratis dan begitu dibuka, Anda sudah bisa langsung memilih jenis puzzle yang mau dimainkan, mulai dari masjid, huruf hijaiyah, hingga gambar-gambar seperti hewan. Jadi boleh dibilang selain mengedepankan keterampilan sosial dan problem solving, anak juga dituntut mengasah kognitif dan motoriknya.

  • Rumah Amalia

Selanjutnya, ada game berjudul Rumah Amalia yang mana merupakan game besutan Yayasan Rumah Amalia. Game ini bisa Anda dapatkan di Playstore dan dikembangkan sejak tahun 2013 silam. Rumah Amalia juga dikenal memiliki sub judul bernama Fastabiqul Khairaat. Di dalam agama Islam, ungkapan ini artinya adalah kegiatan yang mana berlomba-lomba dalam kebaikan.

Selain mengajarkan kepada anak untuk bisa hidup sesuai dengan anjuran dan adab agama Islam, game ini juga membangun karakter anak menjadi sosok yang berakhlak baik dan berbakti kepada orang tua. Beberapa permainan yang ada di game ini adalah membuang sampah di tempatnya, merapikan tempat tidur, hingga sikap menghormati orang tua.

  • Game Tajwid

Keempat, ada Game Tajwid yang mana juga bisa Anda unduh gratis di Playstore. Game yang dimainkan di android ini bertujuan untuk bisa membuat anak mampu membaca Al-Qur’an dan memahami tanda bacanya. Selain itu, tajwid juga diajarkan di game ini.

Jadi, selain memberi anak Anda hiburan yang menyenangkan melalui game online, Anda juga bisa sembari mengajarkan cinta Al-Qur’an, membaca Al-Qur’an, dan juga tajwid melalui apa yang dinamakan kemajuan teknologi. Bahkan untuk bisa mempercepat anak paham tentang tajwid, game-game ini memberi contoh bentuk tajwid pada anak. Menarik, bukan?

Demikian ulasan mengenai beberapa game Islam yang wajib anak Anda download dan mainkan di rumah. Jadi selain menyenangkan hati dengan bermain game seperti anak lain pada umumnya, buah hati Anda juga bisa tetap memperdalam ilmu agamanya melalui kemajuan teknologi. Semoga ulasannya bermanfaat untuk Anda.

Sekilas Pemahaman Tentang Islam Menurut Bahasa, Istilah, dan Al-Qur’an

Pemahaman tentang Islam belakangan ini sering disalahpahakan, khususnya pada istilah Muslim. Sebab, baik Islam atau Muslim merupakan dua istilah yang berbeda. Islam adalah sebuah agama. Sedangkan dengan Muslim adalah pemeluknya.

Kemudian perilaku kaum Muslim sendiri sering dikaitkan dengan agama Islam. Sebab, perilaku seorang Muslim sendiri masih belum mencerminkan ajaran syariat Islam.

Seperti diketahui, agama Islam merupakan sebuah keyakinan yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau merupakan nabi sekaligus rasul terakhir yang dijadikan pedoman oleh seluruh manusia hingga akhir zaman.

Dalam kita suci Al-Qur’an, Islam disebut dengan Agama Allah atau Dienullah. Berikut firman-Nya

“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri (aslama) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah-lah mereka dikembalikan.”

Selain itu, Dien sendiri memiliki arti yang disebutkan dalam beberapa ayat di Al-Qur’an. Pertama Agama pada QS. Ali Imran:83, ketaatan pada QS. An-Nahl:52, dan ibadah pada QS. Ghafir:65.

Berikut Arti, Definisi, atau Pemahaman Tentang Islam dalam Bahasa, Istilah, dan Al-Qur’an

Islam secara harfiah

pemahaman tentang islam

Secara harfiah, Islam sendiri memiliki makna selamat, damai, bersih, dan tunduk. Kemudian Islam sendiri terbentuk dari tiga huruf, yakni S (sin), L (lam), dan M (mim) yang jika digabung menjadi ‘Salama’ dan memiliki arti selamat.

Kemudian pengertian Islam secara bahasa disebutkan apabila Islam merupakan sebuah keyakinan yang memliki arti keselamatan hidup di dunia maupun akhirat. Selain itu, dalam agama Islam juga mengajarkan umatnya atau Muslim supaya menebarkan keselamatan dan kedamaian.

Hal tersebut juga dibuktikan dalam sebuah bacaan sholat, yakni ada kalimat Assalamu’ailakum wa rohmatullah sebagai penutup sholat. Kalimat tersebut memiliki arti keselamatan. Apabila dijabarkan, artinya adalah semoga keselamatan dan kasih sayang Allah dilimpahkan kepadamu.

Islam secara bahasa

pemahaman tentang islam

Secara bahasa, kata Islam memiliki arti selamat dan berasal dari kata aslama. Sebab, Islam sendiri merupakan bentuk dari isim mashdar dari aslama.

Secara etimologi, Islam mempunyai sejumlah pengertian. Salah satunya adalah berasal dari bahasa Arab ‘al-islm’ artinya berserah diri kepada Tuhan. Jika dijabarkan memiliki makna agama yang mengimani satu Tuhan, yakni Allah SWT.

Sebenarnya secara bahasa , Pemahaman Tentang Islam sendiri mempunyai sejumlah arti. Berikut diantaranya :

  1. ‘As-Salmu’

As-Salmu memiliki arti kedamaian. Arti itu disebutkan dalam firman Allah SWT di QS. Al Anfal:61. Berikut firman-Nya

“Dan jika mereka condong kepada perdamaian (lis salm), maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Kata As-Salmu mempunyai makna damai. Hal tersebut juga menjadi salah satu ciri dalam agama Islam. Sebab, Islam mengarjarkan umatnya agar selalu cinta damai, memperjuangkan kedamaian, dan agar mengindari peperangan atau konflik.

Ciri kedamaian dalam agama Islam termaktub dalam QS. Al-Hujarat:9. Berikut Firman-Nya :

“Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu’min berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”

  • ‘Aslama’

Aslama sendiri memiliki arti pasrah atau berserah diri kepada aturan Allah SWT.

Hal tersebut dapat dijabarkan apabila seorang Muslim harus menyerahkan seluruh jiwa dan raganya secara ikhlas kepada Allah SWT. Kemudian berserah diri tersebut ditandai dengan melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Pernyataan tersebut disebutkan dalam QS. An-Nisa:125).

“Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya (aslama wajhahu) kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.”

Kemudian, sesungguhnya sebagai seorang muslim memang diminta agar berpasrah diri. Sebab, sebenarya semua makhluk Allah bakal memasrahkan dirinya kepada sang pencipta.

Hal tersebut termaktub dalam QS. Al-An’am : 162 dan QS. Al-Imran : 83. Berikut firman-Nya

“Katakanlah: “Sesungguhnya salatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al-An’am : 162).

“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.” (QS. Ali Imran : 83).

  • Istaslama – Mustaslimun

Kemudian dengan istaslama atau mustaslimun memiliki arti penyerahan total kepada Allah SWT.  Hal tersebut terdapat dalam firman Allah SWT di QS. As-Saffat : 26

 “Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri.”

Selain itu, makna dari istaslama atau mustaslimun sendiri juga masih terkait dengan poin kedua. Yang mana seorang Muslim diperintahkan agar menyerahkan seluruh jiwa, raga, dan semua yang dimiliki kepada Allah SWT. Seorang Muslim yang memiliki pemahaman tentang Islam juga diminta agar menjauhi langkah syaitan. Sudah disebutkan dalam QS. Al-Baqarah : 208, bahwasanya

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”

Pernikahan dalam Islam yang Harus Kamu Ketahui

Pernikahan merupakan persoalan yang tak hanya menyangkut tabiat maupun hajat hidup setiap insan, tetapi juga merupakan lembaga luhur bernama rumah tangga yang akan dipertanggung jawabkan hingga akhirat. Pernikahan Islam juga menjadi benteng pertahanan martabat, syahwat dan memiliki nilai-nilai akhlaq mulia.

Pernikahan bukan persoalan sepele. Aqad nikah pernikahan sebagai perjanjian mitsaqon gholidhoo (kokoh dan suci). Karena itu, sangat dianjurkan suami istri memelihara serta menjaga pernikahan dengan sunguh-sungguh sekaligus penuh rasa tanggung jawab.

Ajaran Islam sudah memberi petunjuk lengkap terkait soal pernikahan. Mengenai hal memilih pasangan, perihal khitbah (peminangan), perihal tanggung jawab dan hak suami istri, perihal mendidik anak, perihal jalan keluar bila terjadi kemelut rumah tangga, hingga perihal proses nafkah, harta dan warisan.

Pernikahan adalah fitrah/naluri kemanusiaan (gharizah insaniyah). Bila gharizah tidak dipenuhi melalui jalan yang lurus dan sah dengan pernikahan, maka jalan-jalan syetan banyak yang menjerumuskan.

Dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu bahwa ia telah mengetahui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ تَزَوَّجَ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ نِصْفَ اْلإِيْمَانِ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ الْبَاقِى.

“Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi”. [HR. Thabrani dan Hakim]

Tujuan mulia pernikahan Islam

Terdapat tujuan mulia dalam pernikahan di dalam ajaran Islam, antara lain :

Memenuhi kebutuhan alami manusia

Memenuhi fitrah manusia tentunya wajib melalui jalan lurus dan sah, maka jalan itu yakni aqad nikah dan membentuk rumah tangga. Bukan cara sesat, misalnya berpacaran, melacur, kumpul kebo dan cara lain yang menyimpang dari ajaran Islam.

Membentengi ahklaq

Pernikahan Islam juga bertujuan untuk membentengi akhlaq dari maksiat yang menurunkan martabat luhur manusia. Islam memandang pernikahan sebagai sarana yang efefktif guna memelihara laki-laki dan perempuan baligh. Menjaga mata, telinga dan kemaluan mereka dari maksiat. Pernikahan sesuai syariat Islam juga mencegah dari kerusakan seperti homo dan lesbi. Hal ini juga melindungi masyarakat umum dari kekacauan moral.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Wahai para pemuda ! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih menundukan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya”. [Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi].

Menegakkan lembaga rumah tangga berlandaskan syariat Islam

Tujuan luhur lainnya dalam pernikahan Islam yaitu agar pasangan suami istri menegakan syari’at Islam pada rumah tangganya. Meneruskan ajaran Islam hingga mendarah daging pada anak cucu hingga generasi selanjutnya dan melestarikan eksistensi umat muslim di dunia. Menegakan rumah tangga berlandaskan syari’at Islam merupakan kewajiban setiap muslim.

Membentuk generasi muslim berkualitas, yaitu sholeh/sholehah dan bertaqwa. Oleh sebab itu, pasangan suami istri mengemban tanggung jawab untuk mendidik, mengajar, serta mengarahkan anak-anak ke jalan lurus sesuai ajaran Islam yang berpegang teguh pada Al Qur’an dan As Sunnah.

Ladang ibadah

Dari sudut pernikahan Islam, rumah tangga merupakan salah satu ladangnya ibadah bagi dan beramal shalih selain ibadah dan amal-amal lainnya. Bahkan di dalam rumah tangga Islami, menyetubuhi istri juga menjadi ibadah (sedekah).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Jika kalian bersetubuh dengan istri-istri kalian termasuk sedekah !. Mendengar sabda Rasulullah para shahabat keheranan dan bertanya : “Wahai Rasulullah, seorang suami yang memuaskan nafsu birahinya terhadap istrinya akan mendapat pahala ?” Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab : “Bagaimana menurut kalian jika mereka (para suami) bersetubuh dengan selain istrinya, bukankah mereka berdosa .? “Jawab para shahabat :”Ya, benar”. Beliau bersabda lagi : “Begitu pula kalau mereka bersetubuh dengan istrinya (di tempat yang halal), mereka akan memperoleh pahala !”. [Hadits Shahih, HR. Muslim 3:82, HR. Ahmad 5:1167-168 dan HR. Nasa’i].

Memilih calon pasangan

Untuk mencapai tujuan mulia pernikahan Islam, sebelum memutuskan berumah tangga, ajaran Islam sudah menyampaikan beberapa kriteria calon pasangan ideal yaitu harus sholeh atau sholehah dan kafa’ah (kufu’) dalam berIslam.

Kafa’ah atau sekufu yang artinya memiliki kesamaan, kesepadanan maupun sederajat berdasarkan ajaran Islam bukan sekedar mengedepankan materialisme, status sosial maupun keturunan sebagaimana yang telah menimpa banyak orang tua di zaman ini. Sedangkan pertimbangan agama sangat kurang mendapatkan perhatian. Kufu’ di zaman ini cenderung hanya diukur dengan materi.

Kafa’ah atau kufu’ dalam pernikahan Islam, seharusnya yang utama diukur berdasarkan kualitas keimanan, ketaqwaan dan akhlaq seseorang. Sedangkan tentang besaran materi yang dimiliki, status sosial, jabatan, keturunan, penampilan fisik dan lain-lainnya merupakan pertimbangan selanjutnya. Setiap muslim dan muslimah penting untuk memahami bahwa Allah memandang setiap manusia sederajat. Yang membedakan manusia hanyalah ketaqwaannya kepada Allah.

Selain sekufu’, memilih calon pasangan dalam pernikahan Islam juga seharusnya yang sholeh atau sholehah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Wanita dinikahi karena 4 hal yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu memilih karena agamanya (ke-Islamannya). Sebab bila tidak demikian, niscaya kamu akan celaka”. [Hadits Shahih HR. Bukhari 6:123, HR. Muslim 4:175]

Menurut Al-Qur’an ciri wanita sholehah sebagaimana yang difirmankan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam QS. An-Nisaa ayat 34, “Wanita yang shalihah ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri bila suami tidak ada, sebagaimana Allah telah memelihara (mereka)”.

Selain itu ciri lainnya wanita sholehah dalam pernikahan Islam, tentunya meneladani Rasulullah dan para sahabatnya, menutup aurat secara syar’i, patuh kepada orangtua dan suami dalam kebaikan, tidak tabarruj (berdandan menyerupai wanita jahiliyah), tidak berduan dengan laki-laki yang bukan mahram.

5 Kerajaan Islam yang Cukup Berpengaruh di Indonesia

Sejarah bangsa Indonesia tidak bisa lepas dari Islam. Sejak awal masuknya, masyarakat Indonesia cukup mudah menerima ajaran Islam. Para pedagang muslim dari Arab, Persia dan India sangat mempengaruhi masuknya Islam ke Indonesia. Seiring perkembangannya di Indonesia, terdapat cukup banyak kerajaan berlandaskan Islam. Namun ada 5 kerajaan Islam yang dianggap berpengaruh dan berjaya di beberapa wilayah Indonesia.

Kerajaan Samudera Pasai

Nizamuddin Al Kamil mendirikan kerajaan Islam ini di tahun 1267. Nizamuddin Al Kamil adalah seorang pemimpin angkatan laut Mesir. Samudera Pasai berpusat di sekitar pesisir pantai Sumatera bagian utara dekat Lhokseumawe. Setelah wafatnya pendiri Samudera Pasai, kerajaan ini dipimpin raja-raja penerusnya yang memberi pengaruh cukup besar terhadap masyarakat, termasuk kepada kerajaan-kerajaan kecil di sekitarnya.

Meurah Silu yang bergelar Sultan Malik Al-Saleh, menjadi raja Samudera Pasai periode pertama di tahun 1267 hingga 1297. Pada masa pemerintahannya, Samudera Pasai berjaya menguasai kawasan Selat Malaka. Kala itu Selat Malaka merupakan pusat perniagaan internasional. Komoditas ekspor paling utama Samudera Pasai adalah lada. Selain itu, kapur barus dan sutra juga menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan kerajaan Samudera Pasai.

Kepemimpinan Samudera Pasai dipegang oleh Sultan Muhammad Malik Az-Zahir setelah wafatnya Sultan Malik Al-Saleh. Raja Samudera Pasai periode kedua tahun 1297 hingga 1326 ini, merupakan anak dari Sultan Malik Al-Saleh. Di masa Sultan Muhammad Malik Az-Zahir, kerajaan Perlak yang merupakan kerajaan Islam tertua di Indonesia akhirnya berada dalam kekuasaan Samudera Pasai.

Pada masa pemerintahan periode kedua ini, koin emas diperkenalkan kepada masyarakat sebagai alat pembayaran (mata uang) dalam perdagangan. Mata uang berupa koin emas tersebut berdiameter 10 mm dengan berat 0,6 gram. Pada satu sisi koin, terdapat nama raja yakni Muhammad Malik Al-Zahir. Sedangkan di sisi lainnya terdapat tulisan “Al-Sultan al-adil”, artinya sultan harus berlaku adil terhadap masyarakatnya.

Pada periode ketiga tahun 1326 hingga 1345, Samudera Pasai dipimpin oleh Sultan Mahmud Malik Az-Zahir. Saat masa pemerintahannya, Samudera Pasai tersohor sebagai sebuah kerajaan dagang. Banyak pedagang Cina dan India yang membeli lada dan rempah-rempah lainnya.

Selama kejayaannya, Samudera Pasai menjadikan lada sebagai yang utama dalam ekspornya, sebab lada sangat diminati masyarakat dari seluruh dunia terutama Eropa. Di masa jayanya tak hanya terkenal sebagai kerajaan dagang, Samudera Pasai juga terkenal sebagai kerajaan maritim. Tahun 1414, Kaisar Yonglee dari Cina pernah mengirimkan hadiah persabahatan berupa Lonceng Cakra Donya untuk Raja Samudera Pasai. Laksamana Cheng Ho menjadi orang utusan untuk mengirimkan hadiah tersebut.

Tak selamanya kejayaan dapat digenggam, tahun 1521 Samudera Pasai dipimpin Sultan Zain Al-Abidin. Di periode itu, Portugis iri terhadap kejayaan Samudera Pasai dan melakukan penyerangan hingga akhirnya Portugis berhasil menaklukkan Samudera Pasai.

Dalam keadaan lemah, kerajaan Aceh Darussalam yang dipimpin Sultan Ali Mughayat Syah memanfaatkan kondisi dan mengambil alih Samudera Pasai. Tahun 1524, Samudra Pasai masuk dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Aceh Darussalam. Lonceng Cakra Donya milik Samudera Pasai dipindahkan ke Aceh Darussalam.

Kerajaan Ternate

Dikenal pula dengan nama Kerajaan Gapi. Kerajaan ini menjadi salah satu yang tertua di kawasan Nusantara. Tahun 1257, Baab Mashur Malamo tercatat dalam sejarah sebagai pendiri Kerajaan Ternate. Kerajaan Islam ini berperan penting di wilayah timur Nusantara. Pengaruhnya tersebar di masyarakat sekitar abad 13 hingga abad 17. Kegemilangan militer dan perdagangan rempah-rempahnya mencolok di abad 16.

Berdasarkan geografis, letak Kerajaan ternate berada di kawasan Kepulauan Maluku yang strategis dalam pasaran wilayah timur di masa itu. Kepulauan maluku menjadi penghasil rempah-rempah paling besar dan mendapat julukan “The Spicy Island”. Masa jayanya Kerajaan ternate berhasil mencakup kawasan Maluku, Sulawesi utara, Sulawesi tengah, Sulawesi timur dan selatan wilayah Filipina sampai Kepulauan Marshall Pasifik. Bersamaan dengan jayanya Kerajaan Ternate, agama Islam pun tersebar luas.

Kerajaan Malaka

Di masa jayanya yakni di bawah kekuasaan Sultan Mansyur Syah tahun 1459 hingga 1477, kerajaan Islam Malaka menjadi pusat perdagangan sekaligus penyebaran ajaran Islam di kawasan Asia Tenggara. Dari Malaka, agama Islam tersebar ke tanah Jawa, Brunei, Kalimantan Barat, dan Filipina Selatan. Dalam masa jayanya, kerajaan Malaka memiliki kontrol atas kawasan semenanjung Melayu meliputi : Patani, Kelantan, Trenggano, Ligor dan sebagainya.

Selain itu Kepulauan Riau, Brunai, Serawak, Kalimantan Barat, dan Pesisir Timur Pulau Sumatra juga di bawah kontrol kerajaan Malaka. Terdapat pula daerah yang didapatkan dari Majapahit melalui jalan diplomasi, diantaranya : Indragiri, Palembang, Tambelan, Siantan, Pulau Jemaja dan Bunguran.

Awal berdirinya kerajaan Malaka, bukanlah berlandaskan Islam. Namun raja pertama yakni Prameswara akhirnya memutuskan memeluk Islam. Prameswara mengganti namanya menjadi Iskandar Syah. Seiring dengan mualafnya sang raja, maka Islam menjadi agama yang resmi di kawasan Kerajaan Malaka dan berpengaruh besar bagi rakyatnya yang akhirnya ikut memeluk Islam. Runtuhnya kerajaan Islam Malaka karena serangan Portugis menjelang akhir tahun 1511 yang dipimpin Alfonso de Albuquerque.

Kerajaan Demak

Merosotnya kekuatan kerajaan Majapahit menjadi peluang bagi Islam untuk tumbuh dan berkembang di tanah Jawa. Tahun 1478 atas kesepakatan Wali Songo, Raden Patah dinobatkan sebagai raja di Kerajaan Demak. Kerajaan ini merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Raden Patah merupakan anak raja Majapahit. Ibunya beragama Islam dari keturunan Campa.

Pengaruh Raden Patah dalam penyebaran ajaran Islam Wali Songo cukup besar. Setelah wafatnya, tahta raja dipegang oleh anaknya yakni Pangeran Sabrang Lor (Adipati Unus). Namun hanya 3 tahun, tahta raja berganti pada Sultan Trenggono atas lantikan Sunan Gunung Jati. Di masa jayanya, Demak menjadi pusat Islam Jawa bahkan berkembang sampai Kalimantan Selatan. Namun konflik internal kerajaan tak bisa dibendung hingga runtuhlah kerajaan Demak.

Kerajaan Gowa

Tahun 1320, Tumanurung Bainea menjadi raja pertama kerajaan Gowa. Kerajaan ini terwujud karena persetujuan dari 9 kelompok kaum (Kasuwiyang). Di masa raja Karaeng Tumapa’risi Kallonna, Kerajaan Gowa hampir menguasai seluruh kawasan Sulawesi Selatan. Kerajaan Gowa termasuk dalam salah satu kerajaan tertua di Nusantara, dan mampu bertahan lama. Tahun 1957 Gowa masuk dalam wadah NKRI dan menjadi daerah Tingkat II.

Pada awalnya, kerajaan Gowa bukan berlandaskan ajaran Islam. Namun tahun 1605, Dato Ribandang dikenal sebagai tokoh dakwah Islam di wilayah kekuasaan Kerajaan Gowa. Tahun 1605, Raja I Mangerangi Daeng Manrabia tergerak hatinya untuk memeluk agama Islam, kemudian bergelar Sultan Alauddin. Sejak itu, Gowa menjadi kerajaan Islam di nusantara.

Di masa raja ke XVI yang bergelar “Ayam Jantan dari Timur”, yakni I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bontomangape Muhammad Bakir Sultan Hasanuddin, Kerajaan Gowa menjadi kerajaan Islam yang memiliki armada perang laut tangguh. Di masa itu, kerajaan Gowa menhadi yang terkuat di wilayah timur nusantara.

Kerajaan Gowa termasuk dalam salah satu kerajaan tertua di Nusantara, dan mampu bertahan lama. Tahun 1957 Gowa masuk dalam wadah NKRI dan menjadi daerah Tingkat II.

5 Rukun Islam dan Penjelasannya yang Wajib Diketahui

Agama Islam ini dibangun di atas 5 rukun Islam yang telah dijelaskan oleh Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam dalam hadits riwayat sahabat Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhu bahwasanya beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّ الْإِسْلَامَ بُنِيَ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَحَجِّ الْبَيْتِ

“Sesungguhnya Islam dibangun di atas 5 (tonggak rukun Islam) : Syahadatain Laa ilaaha illa Allah, mendirikan sholat, membayar zakat, puasa Ramadhan; dan hajji ke Baitullah’” (Shahih, HR. Bukhari dan Muslim)

Syahadatain

Rukun Islam ke-1 yakni syahadatain (2 kalimat syahadat) yakni kesaksian bahwa tak ada ilah yang berhak disembah/diibadahi dengan benar terkecuali Allâh Azza wa Jalla saja. Dan kesaksian bahwasanya Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ialah hamba sekaligus Rasul-Nya.

Dalam rukun Islam, syahadatain menjadi yang teragung dan tertinggi kedudukannya. Oleh sebab itu, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendahulukan kalimat persaksian ini di dalam sabdanya. Kalimat tauhid dalam syahadatain bukanlah sekedar kalimat biasa sebab mengandung makna sangat agung.

Seorang hamba belum dikatakan bertauhid bila tidak melaksanakan arti dalam rukun islam ke-1 ini (kalimat لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ) dengan meniadakan sesembahan selain kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala serta melaksanakan ibadah hanya untuk Allah. Dengan cara berdo’a hanya kepada Allah, bertawakal hanya kepada Allah, menyembelih kurban hanya untuk Allah, bernadzar hanya untuk Allah, melaksanakan sholat ikhlas karena Allah dan tidak melaksanakan ibadah apapun kecuali hanya untuk Allah Tabaraka wa Ta’ala.

Tak sekedar itu, kesaksian bahwa Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan utusan Allah berarti meneladani beliau dan melaksanakan ajaran islam sesuai dengan tuntunan yang diajarkan beliau. Meneladani dalam hal ibadah kepada Allah maupun dalam hal muamalah.

Sholat

Rukun Islam ke-2 yakni menegakkan sholat 5 waktu. Bahkan sholat 5 waktu menjadi pembeda antara orang beriman dan tak beriman. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya yang memisahkan antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan sholat.” (HR. Muslim). Sebab itu setiap muslim sepatutnya memperhatikan sholatnya.

Menegakkan sholat merupakan kewajiban bagi setiap orang yang mengaku muslim terkhususkan bagi yang berakal dan sudah baligh. Adapun muslim yang kehilangan kesadarannya (pikun, gila, maupun mengalami gangguan kesehatan yang menghilangkan kesadaran), maka tidak wajib menegakkan sholat.

Hal itu berdasarkan hadits shahih bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pena diangkat dari tiga golongan, dari orang yang tidur sampai dia bangun, dari anak kecil sampai dia mimpi dan dari orang gila sampai dia sembuh.” (HR. Abu Daud dalam Shohih Jami’us Shaghir 3513).

Walau demikian, walinya anak kecil muslim wajib mengajarkan, memerintahkan dan membiasakan anak agar menegakkan sholat wajib 5 waktu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perintahkanlah anak kalian yang sudah berumur tujuh tahun untuk mengerjakan sholat, dan pukullah mereka agar mereka mau mengerjakan sholat saat mereka berumur 10 tahun dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Abu Daud dalam Shahih Jami’us Shaghir 5868)

Zakat

Menunaikan zakat menjadi rukun Islam ke-3. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang diberikan harta oleh Allah namun dia tidak menunaikan zakatnya, pada hari kiamat dia akan menghadapi ular jantan yang banyak bisanya dan memiliki dua taring yang akan mengalunginya pada hari kiamat. Kemudian ular tersebut menggigit dua mulutnya, kemudian berkata, “aku adalah harta simpananmu, aku adalah hartamu.”

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

َمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاء وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat. dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al Bayyinah: 5)

Puasa Ramadhan

Berpuasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan menjadi rukun islam ke-4. Puasa untuk menahan diri dari makan, minum, berhubungan intim dan segala hal yang membatalkan puasa. Puasa wajib Ramadhan dimulai sejak terbit fajar hingga tenggelamnya matahari. Allah ta’ala berfirman dalam Al Qur’an Al Baqarah ayat 83-185 :

َا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ أَيَّاماً مَّعْدُودَاتٍ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْراً فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ وَأَن تَصُومُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.

Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan , maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).

Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”

Haji

Menunaikan haji bila mampu, setidaknya sekali dalam seumur hidup, menjadi rukun islam ke-5. Dalam QS. Ali Imran ayat 97, Allah ta’ala berfirman,

وَلِلّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِي

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.”

Syaikh Abdul ‘Azhim bin Badawi memberikan penjelasan mengenai kemampuan dalam menunaikan rukun islam ke-5 ini :

Pertama, mampu dalam hal kesehatan. Hal ini berdasarkan hadits shahih dari ibnu Abbas yang mengetahui ada wanita dari Ja’tsam datang mengadu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah sesungguhnya ayahku terkena kewajiban haji ketika umurnya sudah tua dan ia tidak mampu menaiki tunggangannya, apakah aku boleh berhaji untuknya?” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berhajilah untuknya.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Kedua, mampu dalam hal memiliki bekal perjalanan pergi dan pulang haji. Termasuk bekal untuk memenuhi kebutuhan keluarga maupun orang-orang yang masuk dalam kewajibannya menafkahi. Sebab hal ini terkait dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Cukuplah seorang disebut sebagai pendosa jika dia menyia-nyiakan orang yang wajib dia nafkahi.” (HR. Abu Daud)

Ketiga, mampu dalam hal keamanan melakukan perjalanan. Sebab menunaikan rukun islam ke-5 ini, bila dalam kondisi tak aman menjadi salah satu halangan yang disyariatkan.

Teori Masuknya Islam ke Indonesia

Sebelum menjadi keyakinan atau agama yang sangat banyak penganutnya di Indonesia, agama islam merupakan agama yang berdasarkan perkiraan para sejarawan datang dikarenakan adanya pedagang antar negara yang singgah dan bertransaksi jual beli di Nusantara. Lalu, bagaimanakah awal mula masuknya Islam ke wilayah Nusantara? Agar lebih jelas, berikut ini sedikit penjelasan mengenai 4 teori masuknya islam ke Indonesia.

4 Teori Masuknya Islam ke Indonesia

  • Teori Gujarat

Teori masuknya islam ke Indonesia ini memiliki anggapan bahwa ajaran serta kebudayaan Islam telah dibawa oleh saudagar atau para pedagang yang berasal dari wilayah Gujarat, India. Mereka dahulu berlayar melalui selat Malaka. Dijelaskan dalam teori Gujarat ini bahwa kedatangan agama Islam di Nusantara kira-kira abad ke-13, melalui para pedagang serta pengaruh kekuasaan kerajaan Samudera Pasai.

Di masa itu, Samudera Pasai menguasai kawasan selat Malaka. Hal ini diperkuat pula dengan adanya penemuan makam tokoh terkemuka yang memiliki corak Gujarat, yakni Sultan Samudera Pasai yang bernama Malik As-Saleh (Wafat tahun 1297). Teori Gujarat ini dikemukakan J. Pijnapel dan S. Hurgronje.

  • Teori Persia

Teori masuknya islam ke Indonesia ini menurut Hoesein Djadjadiningrat dan Umar Amir Husen berpendapat bahwa agama Islam masuk di Nusantara melalui pedagang yang datang dari Persia dan bukanlah dari Gujarat. Negeri Persia merupakan sebuah kerajaan di masa lalu, yang kini kemungkinan besarnya berada di Negara Iran dan Irak.

Teori Persia ini tercetus sebab pada awal masuk agama Islam ke Nusantara, cenderung pada ajaran islam Syiah dan Persia menjadi negeri cikal bakalnya ajaran Syiah. Tercatat pula dalam sejarah islam bahwa kerajaan Perlak yang merupakan kerajaan islam pertama di Nusantara, pendirinya adalah seorang penganut ajaran Syiah.

Selain itu, dalam kehidupan masyarakatnya, terdapat beberapa tradisi yang sama antara Persia dengan Indonesia. Hal ini dianggap sebagai suatu penguat, contohnya yakni di beberapa daerah Indonesia hingga kini ada tradisi peringatan hari karbala setiap tanggal 10 Muharam. Masyarakat Jambi dan Sumatera Barat biasa menyebut peringatan hari karbala dengan nama upacara Tabuik atau Tabut.

  • Teori China

Berbeda lagi dengan teori masuknya islam ke Indonesia menurut Sumanto Al Qurtuby dan Slamet Mulyana. Mereka mengungkapkan pendapat bahwa kebudayaan Islam sebenarnya masuk ke wilayah Nusantara melalui perantaraan masyarakat dan pedagang muslim yang berasal dari China.

Pada teori ini diungkapkan bahwa dahulu ada migrasi masyarakat Tiongkok muslim dari Kanton. Migrasi tersebut khususnya menuju daerah Palembang di abad ke-9. Hal ini menjadi permulaan masuknya agama dan kebudayaan Islam di Nusantara. Teori ini dikuatkan pula dengan terdapat bukti sejarah bahwa Raja Demak yakni Raden Patah merupakan keturunan China.

Banyak bukti sejarah ditemukan bahwa gelar para raja-raja Demak ditulis dengan istilah Tiongkok. Selain itu, ada pula catatan sejarah yang menyebut bahwa para pedagang asal negeri tirai bambu yang pertama singgah di pelabuhan-pelabuhan sekitar Nusantara bagian barat.

  • Teori Mekah

Di dalam teori masuknya islam ke Indonesia ini diungkapkan bahwa agama Islam di wilayah nusantara dibawa secara langsung oleh musafir yang berasal dari negeri Arab yang mempunyai semangat tinggi untuk menyebarkan agama Islam ke penjuru dunia di abad ke-7. Teori ini mengambil penguatan dari ditemukannya sebuah perkampungan masyarakat Arab di daerah Barus, provinsi Sumatera Utara. Kini kawasan perkampungan Arab tersebut lebih dikenal dengan sebutan Bandar Khalifah.

Tidak hanya itu, Kerajaan Samudera Pasai yang pernah sangat berjaya dan kuat, ternyata masyarakatnya dominan menganut mahzab Syafi’i yang tersohor. Mahzab ini terkenal dan banyak dipegang oleh masyarakat Mesir dan Arab di zaman itu.

Kemudian penguat lainnya mengenai teori masuknya islam ke Indonesia ini yakni digunakannya gelar berupa “Al-Malik” bagi setiap raja-raja di Kerajaan Samudera Pasai. Hal itu seperti budaya masyarakat Islam di kawasan Mesir. Teori ini banyak mendapatkan dukungan dari para tokoh ahli sejarah diantaranya Van Leur, T.W Arnold, Buya Hamka dan Anthony H. Johns.

Agama Islam pernah juga menjadi kekuatan dan pengaruh yang disegani di wilayah Nusantara di masa lalu, hal ini dapat dilihat dengan kemunculan kerajaan-kerajaan Islam besar dan berkuasa, bahkan kerajaan Tiongkok pun pernah mengirimkan hadiah untuk Raja Samudera Pasai dan mengutus Laksamana Cheng Ho dalam rangka persahabatan dan kerjasama dagang.

Terlepas dari berbagai teori masuknya islam ke Indonesia di atas, agama samawi ini membawa pengaruh besar mulai dari masa penyebaran awalnya, menghadapi masa penjajah Eropa hingga kini seluruh wilayah nusantara berada dalam satu kesatuan NKRI.